30/06/13

Cerita Perdamaian I "Ah Sudahlah !"

Kurangnya kehati-hatian bagi para pengendara mobil atau sepeda motor dapat menyebabkan kecelakaan. Hal ini pernah saya alami karena terburu-buru saat terlambat masuk sekolah. Saya pacu sepeda motor saya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, ambil jalan sesuka hati yang ada dibenak saya harus sampai sekolah kurang dari 3 menit. Saya berkendara seperti jalan punya nenek moyang saya sendiri. Maka jadilah saya pengemudi yang ngawur. Untuk beberapa kendaraan saya bisa dahului dengan lancar, nah untuk truk yang satu ini, sebuah truk dimana terdapat tulisan di belakang bak truk tersebut "Kutunggu Jandamu, dalam Waktu Menunggu Abang mau Main-Main Dulu !" keapesan saya mulai muncul. Saat Saya melihat tulisan bak truk tersebut ketika akan mendahului saya tertawa, muncul pikiran macam-macam dikepala Saya mulai dari "ini supir songong sekali" , "ini supir kocak" , sampai "ini supir g ada otak". Kosentrasi saya saat berkendara jadi terganggu dan ketika mendahului ada sebuah pengendara sepeda motor juga dari arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi yang menyerempet kendaraan saya. Kami berdua terjatuh dan saya bersyukur dari kami berdua tidak ada yang mati.

Dibantu oleh pengendara lain dan masyarakat sekitar kami menepi, kaki bengkak lecet-lecet di bagian tubuh dan celana bolong. Saya ditanyai oleh orang-orang yang membantu saya menepi "Pie Mas, ora nopo-nopo ?" pertanyaan "bodoh" yang sering dilontarkan ketika terjadi sebuah kecelakaan. Karena saya juga termasuk dalam kategori "bodoh" karena mengikuti kebiasaan salah, Saya menjawab "Ora nopo nopo Mas !" tetapi Saya jawab sambil memegang lutut lecet dan siku  bengkak yang sakit bukan main. Sebenarnya saya bingung dalam kecelakaan ini, Dalam hati saya bertanya "ini tadi Saya yang nyerempet apa dia yang nyerempet apa kami berdua tadi srempet-srempetan ?" karena dengan mengetahui hal tersebut Saya jadi tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang pura-pura salah dan siapa yang pura-pura benar, siapa yang 100% salah dan siapa yang 100% benar akan tetapi disisi lain pikiran Saya  bergumam "Press X to Smack and Press Rectangle to Upercut ! or another chance when we meet. . "Finish Him !"" dari detik ini bukan hanya sisupir truk yang songong tetapi saya juga mulai ikutan songong. 

Saya mengambil Handphone untuk melihat jam dan ternyata sudah terlambat 13 menit yang sebelumnya harus sampai dalam waktu 3 menit. Seseorang yang bertabrakan dengan saya menghampiri dan "Eh. . ternyata cewe" trus saya buang jauh-jauh sisi pikiran lain saya tadi. Dia  bertanya "Mas punya mata engga sih ?" Saya bingung Sesion II yang mungkin akan terus bingung sampai sesion-sesion berikutnya seperti sinetron "Cinta Fitriana" yang tak kunjung tamat. Saya jawab "Mbak jelas saya punya mata dong Mbak 2 biji sehat-sehat lagi, toh semisal mata saya gangguan saya lebih memilih untuk naik Angkot" siWanita ini mulai menanyai saya terus dengan nada-nada nyolot yang intinya si Dia engga mau salah dan nuntut ganti rugi. Pikir Saya "malas amat ini ganti rugi orang Saya juga bonyok kok" dan setelah saya telaah lebih dalam, ternyata si Wanita ini juga terlambat untuk masuk sekolah yang kira-kira juga masuk dalam kategori Manusia Songong di Pagi Hari. Saya tengahi perselisihan ini, saya berkata "Kita sama-sama salah kali ya Mbak, Damai aja kaga usah pake ganti rugi segala dan bla bla bla. . ." yang intinya saya rayu-rayu sampai dapet nomor HP dan berharap jadi pacar Saya tetapi that's Bullshit ! yang begituan cuma ada di FTV [Hahahahaha !]. Setelah itu kami berdua mengakui kesalahan dan lanjut ke aktifitas masing-masing.

Inti dari cerita yang saya buat ini adalah dalam menyelesaikan sebuah masalah tidak harus dengan kekerasan (Finish Him !), pihak-pihak yang berwenang, atau Sumpah Pocong. Kalo kita bisa bicarakan baik-baik Kenapa Engga ? So Juragan-Juragan Pembaca yang budiman ketika bertanya kepada saya "Jadi Nyelesein masalah engga perlu pake kekerasan ya Mas ?" akan saya Jawab dengan lantang "Tidak ! Masih ada santet dan Black magic lain yang bisa dipake. .(Hahaha !)" tapi jangan, ujung-ujungnya keluar duit juga buat bayar itu dukun kitanya dibodoin sama itu dukun, jaman udah Modern Bro udah basi pake begituan semisal kita engga suka sama seseorang tinggal putusin aja koneksi internetnya, udah berasa kaya disantet kok :D Sekian Terima Kasih !