30/06/13

Cerita Perdamaian III "Jelly Drink"

Disuatu hari yang biasa dan suasana yang biasa pula saya pulang kerumah sendiri setelah bermain kerumah teman. Saya masuk kerumah, mengunci rapat-rapat pintu dan menutup semua korden dirumah. Lampu dirumah juga terlihat remang-remang. Saya mengintip dari balik korden teras rumah. Seluruh jalan sepi tidak ada orang satu pun yang berlalu lalang. Yah wajar saja jam rumah menunjukan waktu senja telah tiba. Pantas gelap.
Perut saya sangat lapar. Sepertinya ibu juga belum pulang dari pasar. Saya berjalan perlahan menuju dapur. Mata saya terfokus pada sebuah benda kecil diatas meja dapur. Dalam ketidak percayaan saya langsung berteriak “Adik ini jelly drink siapa aku minum ya?” Kebetulan adik sepupu tinggal dirumah karena libur sekolah. Sebenernya juga adik sepupu saya itu adalah keponakannya ibu saya. Meskipun ibu tidak pernah cerita tapi saya tahu, karena adik sepupu saya adalah anaknya bulek saya dan bulek saya adalah adik kandung dari ibu saya.
Tiba-tiba suara kran berbunyi deras dari kamar mandi. Itu pasti adik. “Dik, tolong kecilkan krannya, ini jelly drink siapa?” saya bertanya mendahului suara kran. Lalu kran mulai pelan. Tiba-tiba suara lain datang dari kamar mandi “Plung...plung”. Suara tidak jelas itu aku anggap kata iya darinya. Tanpa pikir panjang saya minum sampai habis jelly drink tersebut.
Rasa lapar akhirnya tertunda. Bunyi berisik yang mengebu-gebu dari dalam perut juga berganti menjadi alunan nada akustik yang syahdu. Kemudian adik keluar dari kamar mandi. “Kakak kenapa jelly driku diminum?” kata adik dengan wajah tersedu-sedu. “kaka cuma...” “ahh sudahlah pokoknya ganti ! bagaimanapun caranya”. Dalam hati ini adik cuma numpang dirumah berlagak jadi majikan. Saya langsung membalasnya “Kamu berani sama kakak ? mau jadi jagoan dirumah ?” Dan adumulut pun tak dapat dihindari.
Tiba-tiba terdengar suara dari pintu depan rumah. “Tookk...Tookk..Toookk”. Suara itu berasal dari sorang mulut yang kelihatannya wanita tua yang suka menculik anak-anak desa. Saya dan adik sepupu menghentikan perkelahian sejenak. Keringat dingin membasahi wajah. Saya coba beranikan membuka pintu perlahan. Dan ternyata ibu sudah pulang. Ibu mendengar perkelahian kami dari luar. Ibu menasehati dengan bijak bahwa perkelahian hanya membuat perpecahan. Ibu berkata bahwa ada yang lebih berharga dari sebuah Jelly drink. Yaitu dua buah Jelly drink. Saya dan adik sepupu saya langsung merogoh tas belanja ibu seperti kucing kelaparan. Ternyata ibu membawakan kami dua buah Jelly drink. Kami sangat senang.
Sejak saat itu aku dan adiku sangat akur. Kami memilih hidup damai berdampingan dari pada harus memperebutkan sebuah Jelly drink. Karena ada yang lebih berhargga dari sebuah Jelly drink untuk diperebutkan. Yaitu dua buah Jelly drink. Pada cerita ketiga ini saya rasa terlihat lebih fiktif tetapi ambil ambil baik sisi positifnya karena saya mulai lupa akan kenangan-kenangan perdamaian saya :D Sekian Terima Kasih !

Cerita Perdamaian II "Kalem Bro !"

Walaupun saya memiliki pola hidup yang tidak sehat seperti sering tidur pagi, merokok, dan kebiasaan buruk yang lain tetapi saya pecinta olahraga khususnya sepak bola. Saya melakukan kegiatan Futsal bersama teman-teman SMA setiap minggu. Nah, dalam cerita kedua saya iniakan menceritakan tentang teman saya (Si A) yang marah ketika dan hampir berkelahi ketika teman saya yang lain (Si B) tidak sengaja men-Tacklingnya.

Kami berganti pakaian, memakai sepatu, dan melakukan pemanasan seperti biasa setiap akan melakukan olahraga tersebut. Kegiatan berjalan lancar latihanpun dimulai. Ketika bermain saya melihat mood Si A sedang kurang baik. Dia terlihat murung dan lebih pendiam seperti orang mules. Entah mungkin ada masalah dirumah, saya juga tidak tahu karena saya tipe seorang yang "Cukup Tahu !" dan "Oke Fine !"

Juragan tahu bukan permainan bola Futsal ? Sepak bola dengan ukuran lapagan yang kecil  jumlah 5 Orang pemain dengan 1 Goal Keeper disetiap satu team. Ketika teman saya Si A membawa bola, Si B secara tidak sengaja men-Tackling Si A sampai terjatuh. Hal tersebut Wajar terjadi dalam permainan sepak bola tetapi  Si A marah, mengumpat, dan mengajak Si B berkelahi. Teman-teman saya yang lain berhasil melerai mereka. Suasana memanas  saya merasa dahaga saya membeli sebotol minuman dan saya minum.

Dalam cerita ini saya ingin memberitahukan kepada juragan-juragan pembaca yang budiman "Jangan luapkan masalah pribadi kepada orang lain". Tidak lucu bukan semisal teman juragan yang kemarin nongkrong bareng sekarang saling timpuk batu hanya karena masalah sepele yang terbakar emosi pribadi dan satu hal lagi apabila Juragan adalah seseorang yang bertipe "Senggol Bacok" banyak-banyak follow motivator ternama mungkin tweetnya bisa membantu Juragan  menurunkan tingkat emosi :D Sekian Terimakasih !

Cerita Perdamaian I "Ah Sudahlah !"

Kurangnya kehati-hatian bagi para pengendara mobil atau sepeda motor dapat menyebabkan kecelakaan. Hal ini pernah saya alami karena terburu-buru saat terlambat masuk sekolah. Saya pacu sepeda motor saya dengan kecepatan yang lumayan tinggi, ambil jalan sesuka hati yang ada dibenak saya harus sampai sekolah kurang dari 3 menit. Saya berkendara seperti jalan punya nenek moyang saya sendiri. Maka jadilah saya pengemudi yang ngawur. Untuk beberapa kendaraan saya bisa dahului dengan lancar, nah untuk truk yang satu ini, sebuah truk dimana terdapat tulisan di belakang bak truk tersebut "Kutunggu Jandamu, dalam Waktu Menunggu Abang mau Main-Main Dulu !" keapesan saya mulai muncul. Saat Saya melihat tulisan bak truk tersebut ketika akan mendahului saya tertawa, muncul pikiran macam-macam dikepala Saya mulai dari "ini supir songong sekali" , "ini supir kocak" , sampai "ini supir g ada otak". Kosentrasi saya saat berkendara jadi terganggu dan ketika mendahului ada sebuah pengendara sepeda motor juga dari arah yang berlawanan dengan kecepatan tinggi yang menyerempet kendaraan saya. Kami berdua terjatuh dan saya bersyukur dari kami berdua tidak ada yang mati.

Dibantu oleh pengendara lain dan masyarakat sekitar kami menepi, kaki bengkak lecet-lecet di bagian tubuh dan celana bolong. Saya ditanyai oleh orang-orang yang membantu saya menepi "Pie Mas, ora nopo-nopo ?" pertanyaan "bodoh" yang sering dilontarkan ketika terjadi sebuah kecelakaan. Karena saya juga termasuk dalam kategori "bodoh" karena mengikuti kebiasaan salah, Saya menjawab "Ora nopo nopo Mas !" tetapi Saya jawab sambil memegang lutut lecet dan siku  bengkak yang sakit bukan main. Sebenarnya saya bingung dalam kecelakaan ini, Dalam hati saya bertanya "ini tadi Saya yang nyerempet apa dia yang nyerempet apa kami berdua tadi srempet-srempetan ?" karena dengan mengetahui hal tersebut Saya jadi tahu siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang pura-pura salah dan siapa yang pura-pura benar, siapa yang 100% salah dan siapa yang 100% benar akan tetapi disisi lain pikiran Saya  bergumam "Press X to Smack and Press Rectangle to Upercut ! or another chance when we meet. . "Finish Him !"" dari detik ini bukan hanya sisupir truk yang songong tetapi saya juga mulai ikutan songong. 

Saya mengambil Handphone untuk melihat jam dan ternyata sudah terlambat 13 menit yang sebelumnya harus sampai dalam waktu 3 menit. Seseorang yang bertabrakan dengan saya menghampiri dan "Eh. . ternyata cewe" trus saya buang jauh-jauh sisi pikiran lain saya tadi. Dia  bertanya "Mas punya mata engga sih ?" Saya bingung Sesion II yang mungkin akan terus bingung sampai sesion-sesion berikutnya seperti sinetron "Cinta Fitriana" yang tak kunjung tamat. Saya jawab "Mbak jelas saya punya mata dong Mbak 2 biji sehat-sehat lagi, toh semisal mata saya gangguan saya lebih memilih untuk naik Angkot" siWanita ini mulai menanyai saya terus dengan nada-nada nyolot yang intinya si Dia engga mau salah dan nuntut ganti rugi. Pikir Saya "malas amat ini ganti rugi orang Saya juga bonyok kok" dan setelah saya telaah lebih dalam, ternyata si Wanita ini juga terlambat untuk masuk sekolah yang kira-kira juga masuk dalam kategori Manusia Songong di Pagi Hari. Saya tengahi perselisihan ini, saya berkata "Kita sama-sama salah kali ya Mbak, Damai aja kaga usah pake ganti rugi segala dan bla bla bla. . ." yang intinya saya rayu-rayu sampai dapet nomor HP dan berharap jadi pacar Saya tetapi that's Bullshit ! yang begituan cuma ada di FTV [Hahahahaha !]. Setelah itu kami berdua mengakui kesalahan dan lanjut ke aktifitas masing-masing.

Inti dari cerita yang saya buat ini adalah dalam menyelesaikan sebuah masalah tidak harus dengan kekerasan (Finish Him !), pihak-pihak yang berwenang, atau Sumpah Pocong. Kalo kita bisa bicarakan baik-baik Kenapa Engga ? So Juragan-Juragan Pembaca yang budiman ketika bertanya kepada saya "Jadi Nyelesein masalah engga perlu pake kekerasan ya Mas ?" akan saya Jawab dengan lantang "Tidak ! Masih ada santet dan Black magic lain yang bisa dipake. .(Hahaha !)" tapi jangan, ujung-ujungnya keluar duit juga buat bayar itu dukun kitanya dibodoin sama itu dukun, jaman udah Modern Bro udah basi pake begituan semisal kita engga suka sama seseorang tinggal putusin aja koneksi internetnya, udah berasa kaya disantet kok :D Sekian Terima Kasih !